Beranda Pendidikan Mahasiswa Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi

Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi

0

Surat Terbuka Dari Bumi Cenderawasih Papua

PapuaKepada yth.
Bapak Presiden Joko Widodo
Di –
Tempat.

Puji syukur kepada Tuhan selama kepemimpinan bapak kami suda tidak susah lagi. Kami merasakan bahwa pemerintah betul betul menjadi pelayan masyarakat.

Negara selalu hadir di mana-mana mengikuti setiap jenis harapan dan keinginan rakyat. Buat kami bapa Presiden sungguh sangat baik dan amat baik.

Kami hendak sampaikan dari segala kebaikanmu ternyata banyak hal yang disalahgunakan oleh oknum yang selama ini membawa-bawa namamu dalam segala hal hanya untuk kepuasan pribadi.
Pada saat sekarang ini tingkat kemunafikan sangat tinggi khususnya dalam segala bidang usaha.

Dana Otsus memang sangat besar, paling besar pengelolah dana Otsus adalah pejabat daerah tapi banyak sekali di peruntukan oleh para pendatang yang cuma hanya tinggal 10-20 tahun di Papua. Mereka hadir lebih banyak untuk mengambil dana otsus itu.

Akibat dari banyaknya pendatang maka semua warung warung kelontong di kelolah 100% oleh pendatang. Mana itu BUMN bidang perdagangan???Kok tidak pernah kasih peluang untuk anak2 papua???

Kami berharap dana otsus bisa di gunakan juga dalam sektor perdagangan komediti sehari hari yang 100% di kelola oleh orang papua.

Proyek padat karya hanya cuma isapan jempol saja untuk menyenangkan bapa presiden pada saat kunjungan kerja.

Kami tahu pada saat beliau bersalaman pasti ada yang membisik tapi itu hanya sepintas saja dan Presiden bukan supermen yang langsung merekam dan merespon aspirasi rakyat jelata.

Di tanah papua dan papua barat, daya beli sembako sangat tinggi karena itu bagian dari konsumsi kehidupan sehari hari. Daya beli bidang furniture, mebel sangatlah rendah sekali, sampai sekarang ini pembelian di lakukan di luar papua.

Apalagi baru-baru ini bapa presiden keluarkan KEPRES
NOMOR 47 TAHUN 2017. TENTANG. PENYEDIAAN LAMPU TENAGA SURYA HEMAT ENERGI BAGI MASYARAKAT. YANG BELUM MENDAPATKAN AKSES LISTRIK. Bagi kami kepres ini di ibaratkan proyek bagi rejeki para team sukses, kenapa ???

Barang yang di kasih untuk per rumah hanya 50 watt hanya cukup buat lampu nyala saja, pengalaman kami barang yang di serahkan dalam bentuk kepres suda pernah di pakai di seluruh wilayah papua dan hasilnya banyak barang yang hilang atau di jual lagi ke para pendatang atau kontraktor. Kami menolak kalo cuma hanya kasih senang senang kami dengan hal itu. semuanya terjadi monopoli oleh pabrik pembuat lampu hemat energi LTSHE.

Ijin Bapak presiden, kali ini saya sebagai rakyat jelata wajib mengkritisi karena buat saya hanya buang-buang anggaran saja. solusi kami kenapa tidak menggunakan PLTS KOMUNAL yang Kwh lebih besar dan bisa di rasakan masyarakat banyak plus kerjasama dengan PLN.

Ijin bapa presiden dengan adanya pengadaan LTSHE di Kementerian ESDM melalui Dirjen EBTKE sama hal nya proyek asal bapak senang. Kami Anak Papua menolak Program LTSHE Kementerian ESDM.

Kami sanyang sama Bapa presiden Jokowi jadi kami sampaikan hal ini sesuai dengan apa yang kami rasakan.

Kami mohon maaf Bapa Presiden Jokowi. Walau susah untuk bertemu tapi sampai detik ini kami masih setia kepada Programmu membangun negeri ini.

Demikianlah surat terbuka kami untuk Bapak Presiden Joko Widodo.

Jayapura, 19 Februari 2018

Salam Hangat
FX. Imap Wombon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here