Swadaya Masyarakat Perbaiki Jalan, Bukti Pemerintah Lamban Tanggapi Persoalan Infrastruktur

0
250

Kabarnusantara.net – Seorang pemuda menenteng kardus bekas, disodorkan ke setiap pengguna jalan, berharap sedekah diberikan. Sekitar belasan orang lainnya tengah sibuk mecampur material beton. Saat melewati jalan itu pada sabtu siang (14 /04 /2018) Wartawan Kabar Nusantara juga tak luput dari “palakan” itu.

Beberapa pekan lalu, sewaktu melintas di jalur Danga – Aemali , Wartawan Media ini menemukan sejumlah titik ruas jalan dalam kondisi rusak parah. Ruas jalan terparah berada ditanjakan Dusun Degho, Desa Tutu Bhada tepatnya di pertigaan menuju desa Rendu Teno. Hapir tiap hari selalu ada korban dilokasi itu, kata warga sekitar.

Sempat geram, namun akhirnya lega. Ternyata mereka adalah warga yang peduli dengan kerusakan ruas jalan Aemali – Danga. Dengan peralatan seadanya mereka berhasil meredam kecelakaan di jalur itu, sedangkan uang hasil sumbangan pengguna jalan yang berhasil dihimpun, direncanakan akan digunakan untuk menutupi kerusakan jalan di titik lain jalur itu.

Ada nada miris dari pengakuan mereka. Penggagas ide penambal jalan, Gaudensius Keli (34) menuturkan, niat utama ia dan warga lainnya semata hanyalah untuk menurunkan resiko kecelakaan bagi pengguna jalan ruas jalan itu. Bagi pria yang akrab disapa Densi itu, nyawa manusia adalah yang utama, ia tak ingin kebijakan pemerintah baru tercipta setelah ada korban jiwa.

Gaudensius juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya kepada pemerintah Kabupaten Nagekeo. Ia menuturkan, pemerintah Kabupaten Nagekeo lebih memprioritaskan urusan berebut jabatan ketimbang memperhatikan infrastruktur jalan. Namun Densi enggan menyebut nama Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo yang dinilainya gagal tersebut dalam memperhatikan infrastruktur jalan.

“Kita terlambat bayar pajak didenda, jalan rakyat rusak dibiarkan, pemerintah sepertinya sudah tak punya hati” tandasnya.

Untuk diketahui, peningkatan pengerjaan ruas jalan Aemali – Danga pada tahun 2017 lalu sempat terhenti. Rencana pengerjaan ruas jalan itu akan dikerjakan oleh PT. Pesona Permai Indah.

Pekerjaan akhirnya terhenti setelah media mengendus adanya upaya kongkalikong antara Bupati dan pihak Pesona Permai indah yang dilakukan tanpa tender. Ini terbukti dengan adanya penumpukan material HRS Base sebelum proses tender. (Patrick/CBN)