breaking news New

Indonesia, Negara Teraktif Menggunakan Aplikasi Mobile

Bagikan

JAKARTA, Kabarnusantara.net – Perkembangan gawai di Indonesia saat ini sangatlah cepat. Didukung oleh adanya infrastruktur komunikasi yang baik, penetrasi jumlah ponsel pintar di Indonesia mencapai 54 juta pengguna pada tahun 2017. Jumlah pengguna ponsel pintar yang besar tersebut kemudian menyumbang besar ekonomi aplikasi di Tanah Air. Bahkan menariknya, berdasarkan data App Annie, Indonesia merupakan negara yang menjadi pengguna aplikasi terlama di dunia.

Dilansir dari App Annie 2017 Retrospective: A Monumentral Year for the App Economy, dijelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu pengguna aplikasi mobile paling aktif di dunia. Indonesia berada di jajaran teratas bersaing dengan negara-negara yang sudah lebih maju seperti Tiongkok, India, Brazil dan Korea Selatan.

Lama penggunaan aplikasi mobile tersebut hampir mencapai 250 menit (atau lebih dari empat jam) dalam satu hari. Tingkat keaktifan pengguna aplikasi mobile di Indonesia ini mengungguli Meksiko, Brazil dan Korea Selatan yang berada di angka 190 menit per hari.

Menariknya, meski Indonesia unggul dalam penggunaan aplikasi dalam hitungan harian, total penggunaan aplikasi mobile Indonesia secara total durasi belum bisa menyaingi Tiongkok. Sebab masyarakat Tiongkok menggunakan aplikasi secara total mencapai 200 miliar jam pada kuartal keempat 2017.

Indonesia berada di posisi keempat di bawah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Hal ini wajar terjadi karena penetrasi pengguna ponsel pintar di Tiongkok sudah mencapai lebih dari 50% penduduk, artinya telah ada 700 juta lebih penduduk Tiongkok yang menggunakan ponsel pintar.

Sektor teknologi finansial di Indonesia pun berdasarkan laporan ini tampak membanggakan, karena Indonesia menjadi negara tertinggi dunia dalam hal pertumbuhan adopsi aplikasi keuangan. Itu artinya aplikasi keuangan atau mobile banking di Indonesia sangat mudah diadopsi oleh para pengguna ponsel pintar di Indonesia. Indonesia berada di peringkat pertama dengan angka mencapai 210%, diikuti oleh Brazil dengan 190% pertumbuhan kemudian Rusia diposisi ketiga dengan angka 120%.

Laporan ini tentu saja memberikan gambaran bagaimana aplikasi ponsel pintar di Indonesia mendapatkan perhatian yang besar diantara para pengguna gawai di Tanah Air. Ponsel pintar tanpa aplikasi tentu saja tidak akan mampu berfungsi secara optimal, namun bagi merek-merek yang ingin bersaing mendapatkan hati pengguna aplikasi harus bersaing ketat karena hanya akan ada beberapa aplikasi saja yang akan terus digunakan.

“Pasar Indonesia potensial karena masyarakatnya masih baru saja mengenal ponsel pintar. Di Indonesia para pengguna ponsel pintar masih mencari-cari aplikasi sehingga mereka mengunduh banyak aplikasi.

Namun kemudian para pengguna mulai membentuk kebiasaan saat menggunakan aplikasi. Mungkin mereka mendownload seratus aplikasi namun secara rutin hanya menggunakan beberapa saja. Di Indonesia, rata-rata orang hanya aktif menggunakan 39 aplikasi per bulan,” App Annie Asia Pacific Regional Director, Jaede Tan November tahun 2017 yang lalu saat berbicara tentang keunggulan pasar aplikasi Indonesia. (Clara/KbN/CBN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password