Beranda Opini Untuk Kemajuan Demokrasi di NTT, BKH Konsisten Beri Pendidikan Politik

Untuk Kemajuan Demokrasi di NTT, BKH Konsisten Beri Pendidikan Politik

0

Kabarnusantara.net – Keputusan Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman (BKH) untuk kembali maju sebagai Calon Gubernur NTT menimbulkan banyak komentar dari masyarakat. Banyak yang mendukung tetapi ada juga yang tidak. Itu wajar dalam politik. Tetapi dalam konteks demokrasi, ada pesan penting yang ditunjukkan BKH kepada Masyarakat NTT.

Banyak orang yang mengenal sosok BKH. Ia adalah salah satu tokoh yang berpengaruh di tingkat Nasional. Kiprahnya sejak menjadi Wartawan, Aktivis, Pengacara hingga menjadi Anggota DPR RI membuat BKH semakin disegani. Ia menjadi salah satu tokoh yang konsisten menegakkan demokrasi yang berlandas pada hukum yang benar.

Dalam kondisi seperti itu, banyak orang menilai BKH lebih cocok berada di Jakarta untuk menjadi pejabat di level pusat. Namun, BKH memiliki pandangan berbeda. Baginya, mengabdi bagi masyarakat NTT adalah salah satu cara untuk berterima kasih. Dia lahir dan dibesarkan di NTT. Dia menjadi anggota DPR RI karena orang-orang NTT. Maka, sudah saatnya dia mengabdi bagi mereka dan tentunya membantu masyarakat keluar dari masalah kemiskinan. Bagi BKH, kegagalan bukan alasan untuk berhenti berjuang untuk mencapai cita-cita mulia.

BKH sudah tiga kali maju menjadi calon Gubernur NTT. Menurut penulis, ada pelajaran penting yang mau disampaikan BKH kepada masyarakat NTT yakni pendidikan politik. Ia rela menghabiskan waktu, tenaga bahkan uang yang tak sedikit untuk memberikan pendidikan politik tersebut.

BKH adalah tokoh yang konsisten menginginkan kemajuan demokrasi pada masyarakat NTT. Karena itu dia terus memberikan pendidikan politik. Tujuannya adalah menjaga “kedaulatan rakyat” NTT. Menjaga kedaulatan rakyat sejalan dengan membangun demokrasi berbasis penguatan pengetahuan politik. Jika masyarakat menjadi sadar akan posisinya dalam merawat demokrasi, maka niscaya perubahan terwujud.

Sebagai politisi senior yang telah lama berada di Senayan, BKH paham betul akan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pendidikan politik. Bukan hanya pada momen pemilihan umum atau pemilihan gubernur, tetapi setiap kegiatan reses bahkan dalam hidup sehari-hari, BKH melakukannya.

Konsistensi BKH sejalan dengan gayanya yang khas dan berkualitas. Ia mempertontonkan politik yang santun, bersih dan jujur. Ia tidak mau membeli suara rakyat, memaksa kehendak rakyat. Ia benar-benar menempatkan rakyat pada posisi yang paling tinggi. Ia menjunjung tinggi demokrasi.

Dalam debat kandidat yang pertama, misalnya, ia tampak sangat menguasai persolan NTT. Ia juga menawarkan solusi-solusi yang masuk akal dan terukur. Dia tidak asal bicara hanya untuk menarik perhatian, seperti gaya kebanyakan politisi. Ia menawarkan program-program yang nyata. Namun, dibalik keunggulannya itu, BKH tetap memberikan kepercayaan tertinggi kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya.

Dalam kesempatan pemilihan gubernur kali ini, BKH tentu berharap masyarakat lebih sadar akan hak, kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Rakyat harus memilih secara rasional. Pilihan rasional tentu tidak terpengaruh oleh godaan uang dan semacamnya.

Sebaliknya, rakyat harus melihat pemimpin yang mampu membawa perubahan dan memberantas kemiskinan. Memilih berdasarkan visi-misi yang terukur dan masuk akal.

Tentunya, masyarakat harus tahu mana pemimpin yang bersih dan mana yang suka korupsi. Mana yang tulus dan mana yang licik, mana yang serius memberantas kemiskinan atau yang justru ingin merampas hak rakyat. Mana yang pro demokrasi dan Anti demokrasi. Dengan begitu, rakyat dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Oleh : Hipatios Wirawan Labut, Alumni Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) KPK dan Yayasan Satunama Yogyakarta, Alumni FH Universitas Nasional Jakarta,