Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Uskup Bandung.

Vatikan Tunjuk Mgr. Antonius Subianto Tangani Masalah Uskup Ruteng

Kabarnusantara.net – Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC ditunjuk oleh Vatikan untuk menyelesaikan kemelut di Keuskupan Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia itu mengungkapkan dirinya ditugaskan Vatikan untuk menindak lanjuti laporan terkait polemik yang melibatkan Uskup Ruteng, Mgr Hubertus Leteng pada beberapa bulan terakhir.

Dirinya pun berencana akan mengujungi keuskupan Ruteng pada 15 Agustus mendatang.

Keuskupan Ruteng menjadi sorotan setelah pada 12 Juli lalu, 69 imam menyatakan mengundurkan diri dari sejumlah jabatan, sebagai bentuk potes terhadap Uskup Leteng, di mana ia dianggap menggelapkan dana Gereja senilai Rp 1.675.000.000.

Bersamaan dengan itu, mencuat pula dugaan adanya relasi tidak wajar (affair) Uskup Leteng dengan seorang perempuan, yang olehnya disebut sebagai “anak angkat”.

Praktek korupsi dan affair itu diduga kuat berkaitan erat, di mana uang hasil korupsi dipakai dalam rangka membiayai kebutuhan dan gaya hidup anak angkat itu.

Uskup Bunjamin mengatakan, sebelum ada kesimpulan dari proses yang akan ditempuhnya, semua umat diharapkan untuk sabar dan ikut membantu mensuplai data-data.

“Selama proses ini, kita juga tetap menghargai asas praduga tidak bersalah,” katanya seperti dikutip Indonesia.ucanews.com.

Publikasi terkait penunjukkan visitator ini muncul setelah pada Selasa petang beredar pengumuman tentang rencana aksi umat Keuskupan Ruteng yang berdomisi di Jakarta ke kantor Kedutaan Vatikan, di mana mereka akan menggelar doa bersama sebagai bentuk ungkapan harapan agar Vatikan segera menyelesaikan persoalan itu.

Uskup Bunjamin mengatakan, “aksi itu lebih baik tidak dilakukan” karena malah akan “mempekeruh suasana.”

“Vatikan lewat Propaganda Fidei sudah mengambil tindakan serius, dengan adanya penunjukkan saya sebagai visitator,” katanya, sambil menyebut kasus ini tentu “mencoreng nama baik Gereja.”

Uskup Bunjamin menjelaskan, tidak ada batasan waktu bagi proses yang akan ia tempu.

“Kalau data yang diverikasi cepat selesai, maka saya juga akan cepat buat kesimpulan untuk diserahkan ke Vatikan. Keputusan terkait Uskup Leteng tetap dari Roma berdasarkan kesimpulan itu,” katanya.

Rm Rober Pelita, Vikep Labuan Bajo yang ikut memprotes uskup mengatakan, langkah Vatikan ini merupakan sebuah kabar baik.

“Ini bisa mencegah perpecahan di antara imam dan awam, juga kerusakan makin besar di dalam reksa pastoral,” katanya.

Ia mengatakan, mereka pasti akan menyiapkan semua data yang dibutuhkan dan membantu visitator apostolik dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Rikard Rahmat, umat lain menyebut, langkah Vatikan ibarat “secercah cahaya di ujung terowongan gelap.”

“Semoga dengan bimbingan Roh Kudus, umat Katolik Keuskupan Ruteng segera mendapatkan sebuah kabar yang telah lama ditunggu-tunggu, yaitu pembaharuan nyata yang dimulai dari pucuk pimpinan tertinggi,” katanya. (AT/KbN)

<

Komentar

Loading Facebook Comments ...

Login

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register