JEMBER.KabarNusantara.Net – Menjawab tantangan pengasuhan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi, MIS. Miftahul Ulum Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, menggelar kegiatan parenting education bertema “Komunikasi Efektif dan Pengasuhan Positif di Era Digital”, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini diikuti sekitar 180 orang tua siswa dari berbagai jenjang kelas.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi para orang tua dalam memahami peran strategis keluarga terhadap tumbuh kembang anak. Tidak hanya guru dan wali murid, kegiatan ini juga menghadirkan Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Indi Naidha, SH, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Indi menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pendidikan anak, dengan ibu memegang peran sentral dalam pembentukan karakter sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa kebiasaan sederhana di rumah, termasuk cara berkomunikasi dan memberi teladan, akan berpengaruh besar terhadap kepribadian anak di masa depan.
“Pendidikan anak dimulai dari rumah. Peran seorang ibu sangat menentukan, mulai dari komunikasi, sikap, hingga nilai-nilai yang ditanamkan setiap hari,” ujarnya di hadapan para wali murid.
Indi juga mengingatkan orang tua agar lebih waspada terhadap penggunaan gawai dan media sosial oleh anak. Menurutnya, tanpa pendampingan yang tepat, kemajuan teknologi justru dapat berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan akademik anak.
“Orang tua tidak cukup hanya memberi fasilitas, tetapi harus hadir sebagai pendamping, pengarah, dan pengawas agar teknologi dimanfaatkan untuk hal positif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala MIS. Miftahul Ulum, Mohammad Wahid, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para orang tua yang mengikuti kegiatan parenting tersebut. Ia berharap agar ke depan terbangun sinergisitas dan kolaborasi yang kuat antara orang tua dan pihak sekolah dalam mendidik serta membentuk karakter anak sejak dini. Menurutnya, peran orang tua sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan di sekolah.
Wahid juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap lembaga pendidikan swasta, khususnya madrasah ibtidaiyah, yang selama ini turut berkontribusi besar dalam mencerdaskan generasi bangsa. Ia berharap adanya dukungan nyata, baik berupa pembangunan sarana prasarana maupun peningkatan fasilitas pembelajaran.
Selain itu, Wahid mengungkapkan bahwa jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) tahun ini di MIS. Miftahul Ulum masih sangat terbatas, yakni hanya 17 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Ia berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah agar penyaluran bantuan pendidikan lebih merata.
Menanggapi hal tersebut, Indi menyatakan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi sekolah ke tingkat pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap madrasah dan sekolah swasta merupakan bagian penting dalam mewujudkan keadilan akses pendidikan.
“Aspirasi ini akan kami sampaikan dan perjuangkan di pusat, agar tidak terjadi ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta, termasuk dalam penyaluran bantuan PIP,” tegasnya.
Melalui kegiatan parenting ini, diharapkan para orang tua semakin sadar akan pentingnya komunikasi efektif, pengasuhan positif, serta pendampingan anak di era digital, demi mencetak generasi yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (Ghofur)
