Peresmian Revitalisasi Pendidikan di Jember: Pemerintah Dorong Pemerataan Fasilitas Belajar

Abdul Ghofur
3 Min Read

JEMBER.KabarNusantara.Net – Upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan kembali terlihat melalui peresmian revitalisasi ratusan satuan pendidikan di Kabupaten Jember. Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Balung pada Sabtu (21/2/2026) ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, bersama Bupati Jember Gus Fawait.

Kegiatan tersebut turut disaksikan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jajaran OPD kabupaten, para direktur rumah sakit daerah, pengawas sekolah, dan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

124 Sekolah Tersentuh Revitalisasi, Terbesar untuk SMP Negeri 1 Balung

Kepala SMP Negeri 1 Balung, M. Rohiem, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sekolah-sekolah di Jember. Dari 124 satuan pendidikan yang direvitalisasi, sekolah yang ia pimpin menerima anggaran terbesar, yakni Rp4,2 miliar.

Program revitalisasi ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, berfokus pada pemerataan sarana pendidikan di seluruh Indonesia.

Target 71.000 Sekolah Direvitalisasi

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pada 2025, pemerintah telah merampungkan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan. Untuk tahun 2026, sekitar 11.470 sekolah sudah masuk APBN dan pemerintah tengah mengajukan tambahan anggaran guna menyasar 60.000 sekolah lainnya.

“Jika disetujui, tahun ini target revitalisasi lebih dari 71.000 sekolah bisa tercapai. Harapannya, sebelum 2029 seluruh sekolah di Indonesia sudah memiliki ruang belajar yang layak,” ujarnya.

Salah satu hal baru dalam program 2026 adalah penerapan sistem swakelola oleh sekolah masing-masing. Model ini dinilai lebih cepat, membuka lapangan kerja lokal, dan menggerakkan ekonomi daerah karena material pembangunan diprioritaskan dari pemasok setempat.

Tantangan Pendidikan di Jember

Bupati Gus Fawait dalam sambutannya menyinggung kondisi pendidikan di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Jember dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur juga menghadapi masalah kemiskinan ekstrem yang tinggi.

Saat awal menjabat, tercatat 1.532 gedung sekolah mengalami kerusakan berat. Karena itu, Pemkab Jember memperbaiki data Dapodik agar lebih akurat sehingga pemerintah pusat dapat melihat kondisi nyata di lapangan.

Kejujuran data ini kemudian membuahkan hasil: Jember menerima alokasi revitalisasi terbesar pada 2025, yaitu untuk 124 sekolah. Pada 2026, Pemkab kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah yang masih berstatus rusak berat.

Dorongan untuk Mutu Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi

Tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, program revitalisasi diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, pendekatan swakelola juga diyakini memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.

“Ini bukan sekadar pembangunan gedung. Ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita,” tegas Menteri Abdul Mu’ti.. (Ghofur)

Share This Article
Leave a comment