JEMBER,KabarNusantara.Net — Dalam upaya mempercepat pembentukan kelembagaan pertanian yang tangguh dan mandiri, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gumukmas mengadakan kegiatan Penumbuhan Brigade Pangan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lemdiklat Malang, Jumat (17/10) pukul 13.15 WIB.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Nurhadi selaku perwakilan BBPP Malang, serta diikuti oleh para penyuluh pertanian, ketua kelompok tani, dan perwakilan petani dari wilayah binaan BPP Gumukmas.
Dalam arahannya, tim BBPP Malang menekankan pentingnya percepatan pembentukan Brigade Pangan sebagai langkah strategis memperkuat kelembagaan petani. BPP diminta segera menyusun usulan kelompok tani yang akan tergabung dalam Brigade Pangan dengan kriteria hamparan berdekatan dan cakupan area terdampak OPLAH seluas 150–200 hektare.
Wilayah non-OPLAH tetap dapat berpartisipasi dalam Brigade Pangan, namun tidak menerima fasilitas OPLAH. Adapun usulan daftar 15 anggota Brigade Pangan diminta rampung pada Senin mendatang, sedangkan dokumen administratif seperti Berita Acara dan SK Penetapan ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu.
Struktur organisasi Brigade Pangan akan terdiri dari seorang ketua minimal berpendidikan DIII dan anggota minimal SLTA, yang nantinya bertanggung jawab terhadap pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan) baik di lahan OPLAH maupun non-OPLAH.
Koordinator BPP Gumukmas, Murdoso Mulyo, SP, menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut.
“Kami siap menindaklanjuti arahan dari BBPP Malang. Pembentukan Brigade Pangan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kelembagaan petani sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan pertanian di wilayah Gumukmas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembentukan Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian pangan di tingkat kecamatan, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Dengan terbentuknya Brigade Pangan, BPP Gumukmas bertekad memperkuat sinergi antara penyuluh, petani, dan lembaga pelatihan pertanian menuju sistem pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (Ghofur)
