Dukung Kegiatan Sosial BG, Si Komo Café Bawa Kebahagiaan untuk Warga Gumukmas

Kabar Nusantara
3 Min Read

JEMBER,KabarNusantara.Net – Bulan Agustus menjadi momen istimewa bagi masyarakat Indonesia, tak hanya untuk merayakan kemerdekaan dengan upacara dan perlombaan, tetapi juga untuk menebar kepedulian. Hal inilah yang diwujudkan Komunitas Berita Gumukmas (BG) bersama para mitra, termasuk Si Komo Café, melalui kegiatan bakti sosial di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.

Memperingati HUT RI ke-80, mereka menyalurkan 80 paket sembako kepada warga dhuafa dan keluarga kurang mampu yang tersebar di delapan desa. Penyaluran dilakukan secara bertahap sepanjang bulan Agustus, agar bantuan sampai tepat sasaran. Sumber bantuan berasal dari para pengurus BG Korwil Bali, BG Pusat, donatur pribadi, serta dukungan para jurnalis yang tergabung dalam Gabungan Wartawan Indonesia (GWI).

Pemilik Si Komo Café, Nanang Dwi Saputro, yang turut menjadi donatur, menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama. “ Tidak semua hal bisa diselesaikan pemerintah. Kita, sebagai warga, juga punya peran besar untuk saling membantu. Gotong royong seperti ini adalah warisan yang harus kita jaga,” ujarnya.

Ketua BG, M. Subur, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program tahunan. “Berbagi kepada warga dhuafa sudah menjadi komitmen kami sejak awal. Meskipun nilainya tidak besar, kami ingin meringankan beban hidup mereka dan menguatkan semangat bahwa mereka tidak sendiri,” ungkapnya.

Momen pembagian sembako berlangsung haru. Mbah Giem (67), seorang janda dari desa Purwoasri, menitikkan air mata saat menerima bantuan. “Alhamdulillah… saya sudah tidak bisa bekerja. Kadang untuk beli beras harus berhutang. Bantuan ini seperti jawaban doa saya semalam. Semoga semua yang membantu diberi kesehatan dan rejeki berlimpah,” katanya lirih.

Sunarto (54), buruh tani dari desa yang sama, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. “ Sekarang ini, pekerjaan di ladang berkurang. Sembako ini sangat membantu. Terima kasih sudah mengingat kami yang jauh dari kota,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi BG, kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan perjuangan masa lalu, tetapi juga mengisi kemerdekaan dengan aksi nyata yang bermanfaat. “Kemerdekaan sejati adalah ketika semua rakyat bisa hidup layak dan tidak ada yang tertinggal,” tegas M. Subur.

Melalui kegiatan ini, BG berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berbagi, sehingga beban warga yang kurang mampu dapat terasa lebih ringan. Di tengah suasana kemerdekaan, aksi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan masih terus berjalan—bukan melawan penjajah, tetapi melawan kesenjangan sosial di tengah masyarakat.**Red

Share This Article
Leave a comment