SURABAYA,KabarNusantara.Net – Dialog interaktif bertajuk Santai Siang di RRI Pro 2 Surabaya, Kamis (28/9/2025), menghadirkan tema “Entrepreneur Muda”. Acara yang dipandu oleh host Vira di gelombang 95.2 FM itu menghadirkan Direktur Utama PT Riset Manajemen Indonesia (RMI) sekaligus Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Heri Cahyo Bagus Setiawan, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Heri menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga jalur seseorang bisa menjadi entrepreneur.
“Pertama, mereka yang lahir dari keluarga pebisnis. Dari engkong, abah, sampai orang tua punya toko atau usaha. Lingkungan itu jadi virus positif yang menular, sehingga mindset-nya otomatis entrepreneur,” jelasnya.
Kedua, lanjutnya, ada yang menjadi entrepreneur karena kondisi terdesak. “Biasanya setelah lulus kuliah, melamar kerja ditolak terus. Akhirnya terpaksa memulai usaha kecil-kecilan. Tapi dengan kegigihan dan keuletan, justru sukses menjadi pengusaha tangguh,” ungkapnya.
Sementara jalur ketiga, yakni mereka yang memang dipersiapkan sejak awal. “Saat ini banyak kursus bisnis, sekolah bisnis, bahkan di kampus semua jurusan sudah ada mata kuliah kewirausahaan. Harapannya, mahasiswa dibekali ilmu dan keterampilan berwirausaha sejak dini,” imbuhnya.
Lebih jauh, Heri menekankan bahwa kontribusi entrepreneur muda terhadap perekonomian nasional sangat besar. “Anak-anak muda inilah yang banyak menciptakan lapangan kerja baru, memunculkan inovasi digital, serta mempercepat transformasi ekonomi kreatif. Jadi, jangan pernah remehkan peran mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya.
Menariknya, Heri juga menilai bahwa pola pikir wirausaha tidak hanya penting bagi generasi muda. Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN) pun perlu mengadopsi entrepreneurial mindset dalam menjalankan perannya.
“Kalau ASN punya mindset entrepreneur, dia akan lebih punya inisiatif dan berperilaku seperti pengusaha. Misalnya mampu menciptakan efisiensi, mengoptimalkan teknologi dalam pelayanan publik, dan bekerja lebih produktif di lingkungannya. Jadi bukan berarti ASN mendirikan bisnis, tapi lebih ke sikap dan perilaku yang berorientasi entrepreneur,” pungkasnya.
Dialog yang dipandu Vira ini berlangsung hangat, dengan respons positif dari pendengar, khususnya kalangan muda Surabaya yang tengah menekuni dunia wirausaha. (Ghofur)
