JEMBER.KabarNusantara.Net — Pemerintah Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember secara resmi memulai pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan menggelar acara peletakan batu pertama pada Jumat (12/12/2025) pagi. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dalam suasana tertib dan kondusif.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Camat Gumukmas Dannie Allcholin, ST, M.Si., Danramil 0824/20 Gumukmas Kapt. Arm. Teguh Hariyanto, Kapolsek Gumukmas Iptu Edi Santoso, SH., Kepala Desa Kepanjen Sukamid, Ketua BPD Kepanjen H. Imam Mukhlas, Ketua KDMP Kepanjen H. Wagiso, serta unsur TNI-Polri, perangkat desa, dan sekitar 20 tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan Camat Gumukmas, prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung koperasi, serta ditutup dengan ramah tamah.
Dalam sambutannya, Camat Gumukmas Dannie Allcholin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kepanjen atas respons cepat dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat terkait penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagaimana diamanatkan dalam PMK Nomor 81 Tahun 2025 dan Surat Edaran Bersama Tiga Menteri.
“Pembangunan gedung KDMP ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi desa. Kami berharap sinergitas antara pemerintah desa, TNI-Polri, dan masyarakat terus terjaga agar pembangunan berjalan aman dan lancar hingga koperasi dapat segera beroperasi,” ujar Camat Gumukmas.
Pembangunan gedung KDMP Kepanjen didanai melalui alokasi Dana Desa sebagai fasilitas pendukung operasional koperasi. Keberadaan gedung ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepanjen.
Secara keseluruhan, kegiatan peletakan batu pertama berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Pemerintah Desa Kepanjen berharap pembangunan fisik gedung koperasi dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan menjadi tonggak awal kemajuan ekonomi desa ke depan. (Ghofur)
