One Gate System Papuma–Watu Ulo Ditargetkan Dorong Multiplier Effect Ekonomi Warga

Kabar Nusantara
3 Min Read

JEMBER.KabarNusantara.Net – Pengelolaan kawasan wisata unggulan Pantai Tanjung Papuma dan Pantai Watu Ulo segera memasuki babak baru. PT Palawi Risorsis resmi bergabung dalam skema pengelolaan terpadu satu pintu bersama Pemerintah Kabupaten Jember dan Perum Perhutani, sebagai upaya memperbaiki tata kelola pariwisata daerah secara berkelanjutan. Jum’at, 19 Desember 2025.

Direktur PT Palawi Risorsis, Teddy Sumarto, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan destinasi wisata sangat bergantung pada kekompakan dan kesamaan visi antar pemangku kepentingan. Ia menilai, pendekatan parsial yang selama ini berjalan membuat potensi wisata belum tergarap maksimal.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa visi bersama dan pembagian peran yang jelas, sulit mencapai kemajuan signifikan,” kata Teddy.

Ia menjelaskan, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas layanan wisata, tetapi juga menempatkan aspek kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal sebagai prioritas utama. Dengan sistem terpadu, program yang dijalankan ke depan diharapkan lebih terarah dan berdampak luas.

Dalam hal teknis pengelolaan, Teddy menyebut pembahasan masih berlangsung, termasuk terkait sistem tiket, pintu masuk kawasan, hingga penerapan pembayaran nontunai yang terintegrasi. Teknologi tersebut dirancang transparan dan memungkinkan pemantauan pendapatan secara langsung oleh pemerintah daerah.

“Skemanya disiapkan agar akuntabel dan mudah diawasi. Semua masih dalam tahap pematangan,” ujarnya.

Kerja sama ini ditargetkan mulai diimplementasikan penuh pada Januari 2026, setelah seluruh kesiapan teknis dan regulasi rampung. Terkait tarif masuk, Teddy memastikan penetapannya akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan keseimbangan antara harga dan peningkatan mutu pelayanan wisata.

Kesepakatan pengelolaan tersebut merupakan hasil proses panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan langsung di kawasan Pantai Tanjung Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam pembenahan sektor pariwisata daerah. Ia menilai kesepakatan tersebut lahir dari komunikasi intensif dan komitmen bersama seluruh pihak terkait.

“Ini adalah hasil dari proses panjang dan perjuangan bersama. Alhamdulillah, akhirnya tercapai kesepakatan,” ungkapnya.

Melalui sistem satu pintu atau one gate system, wisatawan nantinya cukup membeli satu tiket untuk menikmati dua destinasi sekaligus, yakni Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo. Tarif tiket direncanakan berada di kisaran Rp12.500 dan akan mulai diterapkan setelah seluruh sistem siap di lapangan, diperkirakan awal Januari 2026.

Lebih lanjut, Fawait menekankan bahwa tujuan utama kerja sama ini bukan semata mengejar peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), melainkan mendorong efek ekonomi berantai bagi masyarakat sekitar kawasan wisata.

“Yang kita kejar adalah dampak ekonomi yang luas atau multiplier effect, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” pungkasnya.

Share This Article
Leave a comment