JEMBER.KabarNusantara.Net – Ribuan warga memanfaatkan momentum Apel Shalawat Kebangsaan dalam Program Gus’e Menyapa di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Sabtu (20/12/2025), sebagai ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah. Kegiatan yang digelar di lapangan Desa Gunungsari itu tidak hanya diisi doa dan shalawat, tetapi juga menjadi wadah penyampaian aspirasi publik secara langsung kepada Bupati Jember Muhammad Fawait.
Sejak awal acara, antusiasme warga terlihat tinggi. Mayoritas peserta yang hadir adalah emak-emak dari berbagai desa sekitar Umbulsari. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, mulai dari shalawat bersama hingga tausiyah kebangsaan yang disampaikan KH Badrus Sodiq. Materi ceramah yang menekankan nilai persatuan, nasionalisme, dan hidup berdampingan di tengah perbedaan mendapat perhatian serius dari para peserta.
Yang membedakan kegiatan kali ini dengan pelaksanaan sebelumnya adalah durasi sesi dialog yang berlangsung lebih panjang. Warga secara bergantian menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait layanan publik. Mulai dari kendala kepesertaan BPJS Kesehatan, proses pembuatan KTP elektronik yang dinilai memakan waktu lama, hingga akses terhadap program bantuan pemerintah daerah.
Salah satu momen menarik terjadi ketika seorang warga mengungkapkan kondisi administrasi kependudukannya yang belum terselesaikan karena masih tercatat sebagai penduduk Kabupaten Lumajang. Pertanyaan tersebut disampaikan secara lugas dan spontan, memancing respons langsung dari Bupati Jember yang disambut senyum dan perhatian peserta lainnya.
Dalam jawabannya, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, namun tetap berlandaskan pada ketentuan administrasi yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa program Universal Health Coverage (UHC) hanya dapat diakses oleh warga yang memiliki KTP Kabupaten Jember, sembari mendorong warga untuk segera mengurus administrasi kependudukan agar dapat menikmati seluruh layanan yang tersedia.
Selain menjawab pertanyaan warga, Bupati Jember juga memaparkan sejumlah program unggulan yang telah berjalan, seperti Beasiswa Cinta Bergema, honor guru ngaji, kemudahan layanan administrasi kependudukan, serta pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok perempuan dari latar belakang desa dan komunitas yang beragam, menunjukkan bahwa Apel Shalawat Kebangsaan tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seremonial keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus sarana memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan daerah. (Ghofur)
