Peserta 11D RW 8, Lailatul Sulifah Bangga Bisa Tampilkan Budaya di Karnaval Purwoasri

Kabar Nusantara
2 Min Read
Foto : Istimewa

JEMBER, KabarNusantara.Net – Festival Karnaval Purwoasri 2025 yang digelar untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia berlangsung meriah, meski hujan sempat mengguyur Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Selasa (09/09/2025). Ribuan warga tetap bertahan menyaksikan jalannya karnaval, menambah semarak suasana dengan tepuk tangan dan sorak sorai.

Dengan tema “Pesona Warisan Nusantara”, sebanyak 27 peserta dari kalangan pendidikan hingga kelompok masyarakat turut ambil bagian. Mereka menampilkan ragam busana adat, kreasi kostum unik, hingga pertunjukan budaya yang memikat penonton.

Bagi warga, karnaval ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ladang rezeki. Siti Rohani (46), pedagang jajanan tradisional, mengaku dagangannya ludes dalam waktu singkat. “Alhamdulillah, meski hujan tetap ramai. Saya bawa 200 bungkus lupis, habis semua. Rasanya bahagia sekali bisa ikut meramaikan,” ucapnya sumringah.

Senada dengan itu, Nanang Dwi Saputro, pemilik Sikomo Café & Resto, juga merasakan dampak positif. “Selain meningkatkan omset, acara ini memperkenalkan produk kami ke masyarakat lebih luas. Ini momentum yang sangat baik bagi UMKM,” katanya.

Dari sisi peserta, pengalaman berharga juga dirasakan Laillatul Sulifah, perwakilan nomor 11D RW 8. Ia tampil bersama rekan-rekannya mengenakan busana bernuansa tradisional yang dihias dengan ornamen kreasi warga. “Kami bangga bisa ikut tampil. Meski hujan, semangat tidak berkurang. Justru ini jadi kenangan indah karena kami bisa menunjukkan bahwa budaya harus terus dilestarikan,” ujarnya dengan mata berbinar.

Ketua Panitia, Rosyid, menegaskan bahwa kegiatan ini sarat nilai edukasi. “Kami ingin generasi muda mencintai budaya bangsa dan menjadikan peringatan kemerdekaan lebih bermakna,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Gumukmas Dannie Allcholin, ST. M.Si, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme masyarakat. “Karnaval Purwoasri adalah bukti nyata semangat gotong royong. Kreativitas warga tidak hanya menghibur, tapi juga memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Ini contoh baik yang bisa ditiru desa lain,” tegasnya.

Acara ditutup dengan semarak kegembiraan. Hujan yang sempat mengguyur tak menjadi halangan, justru semakin menegaskan bahwa kemerdekaan di Purwoasri dirayakan dengan kebersamaan, tawa, dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.**Red

Share This Article
Leave a comment