JEMBER.KabarNusantara.Net — Kegiatan reses anggota DPRD Jember di daerah pemilihan (dapil) tepatnya di Desa Purwoasri Kecamatan Gumukmas kembali mendapat perhatian besar dari masyarakat. Dalam pelaksanaan reses terbaru, antusiasme warga membludak hingga melebihi kapasitas undangan yang disiapkan panitia. Warga datang tidak hanya untuk bertemu langsung wakilnya, tetapi juga untuk menyampaikan keresahan terkait program-program yang belum terlaksana. Senin (1/12/2025).
Anggota DPRD Jember dari fraksi PDI Perjuangan, Indi Naidha Wulandari, S.H., yang hadir dalam agenda reses tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ia mengaku bangga dengan tingginya partisipasi warga.
“Kehadiran masyarakat hari ini luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan besar kepada kami untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi mereka,” ujar Indi dalam sambutannya.
Pokir Kosong, Masyarakat Pertanyakan Janji Pembangunan
Salah satu isu paling menonjol dalam reses tersebut adalah keluhan mengenai program pokok pikiran (pokir) DPRD yang banyak belum terealisasi. Menurut Indi Naidha, masyarakat mempertanyakan alasan mengapa pokir tahun ini dinilai kosong, padahal berbagai usulan telah disampaikan sejak awal.
Indi tidak menampik kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa usulan pokir bukan hanya dari fraksi PDIP, namun dari seluruh fraksi banyak yang tidak terlaksana.
“Betul, banyak pokir yang tidak terealisasi. Ini bukan hanya terjadi di fraksi PDI Perjuangan, tapi hampir merata di berbagai fraksi. Kita semua menghadapi situasi yang sama,” tegas Indi.
Ia menjelaskan bahwa prioritas pokir dirinya lebih banyak berada di sektor pendidikan, terutama rehabilitasi sekolah yang sudah tidak layak dan membutuhkan perhatian cepat. Namun minimnya realisasi membuat banyak rencana strategis tidak berjalan sesuai harapan.
Beasiswa PIP Hanya Terealisasi Sedikit
Selain pokir, masyarakat juga menyoroti persoalan beasiswa, khususnya Program Indonesia Pintar (PIP). Meski banyak usulan telah diajukan melalui jalur partai dan DPR RI, realisasi yang diterima masyarakat dinilai sangat kecil.
“Banyak warga yang berharap kepada beasiswa PIP, tetapi realisasinya memang sangat minim. Ini juga menjadi catatan kami untuk ditindaklanjuti dalam komunikasi dengan pusat,” ujar Indi.
Perlu Sinergi DPRD dan Pemkab Jember
Dalam kesempatan itu, Indi juga menekankan perlunya hubungan yang lebih harmonis dan produktif antara legislatif dan eksekutif agar usulan masyarakat tidak berhenti hanya sebagai data dalam reses.
“Kami ingin ada sinergi yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah. Meskipun PDI Perjuangan bukan bagian dari partai pengusung, tapi kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Bupati Jember sebenarnya berharap usulan DPRD bisa ditanggapi dengan baik, namun kenyataannya masih jauh dari harapan masyarakat.
“Komunikasi harus diperbaiki, jangan sampai aspirasi warga kita terabaikan. Semua ini demi nama baik Jember dan kemajuan daerah kita,” tegas Indi.
Aspirasi Pendidikan Mendominasi
Dari berbagai aspirasi yang masuk, persoalan di bidang pendidikan menjadi yang paling dominan. Banyak sekolah di wilayah dapilnya membutuhkan rehabilitasi, baik ruang kelas, sanitasi, maupun fasilitas penunjang lainnya.
Indi memastikan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses kali ini akan dibawa ke rapat fraksi dan menjadi bahan pembahasan serius agar ada langkah tindak lanjut yang jelas. (Ghofur)
