GUMUKMAS.LibasNews.Net — Pemerintah Desa Mayangan bersama jajaran terkait melaksanakan sosialisasi pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang difokuskan pada pekerjaan normalisasi Sungai Affour, Kamis (6/11/2025). Program ini bertujuan meningkatkan fungsi irigasi serta mengoptimalkan lahan pertanian sehingga indeks pertanaman dapat meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen per tahun.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula Balai Desa Mayangan mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB, dengan dihadiri sejumlah unsur penting. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Operasional Unit Pengelola Irigasi Kabupaten Jember Fajar Khoirul A, Juru Pengairan Desa Mayangan Budiyono, Juru Pengairan Desa Kepanjen Moh. Ali, Ketua Tim Administrasi Program Oplah Kabupaten Jember Undoyo S, Ps. Kanit IK Polsek Gumukmas Bripka Boma DY, Kepala Desa Mayangan H. Sunoto, Bhabinkamtibmas Bripka Hariyono, Babinsa Sertu Rois Muzaki, serta unsur Pemdes dan perwakilan Kelompok Petani Ikan dari Mayangan dan Kepanjen.
Penyempitan Sungai Menurunkan Produktivitas Lahan
Program normalisasi Sungai Affour diprioritaskan karena aliran sungai di wilayah Mayangan mengalami penyempitan signifikan. Sungai yang awalnya memiliki lebar sekitar 60 meter, kini menyusut menjadi hanya ± 6 meter. Penyempitan ini disebabkan pemasangan waring atau anco penangkap ikan oleh sebagian warga, terutama petani ikan dan udang.
Kondisi tersebut menghambat aliran irigasi menuju lahan pertanian di Dusun Sumbersari yang mencakup sekitar 80 hektare. Terganggunya suplai air membuat lahan pertanian tidak dapat berproduksi secara optimal, sehingga diperlukan langkah normalisasi agar fungsi irigasi dapat kembali maksimal.
Sasaran Sosialisasi Difokuskan pada Kelompok Petani Ikan
Kelompok Petani Ikan menjadi peserta utama dalam sosialisasi ini karena merekalah pihak yang memasang waring di sepanjang aliran sungai. Pemerintah desa dan tim teknis menjelaskan bahwa sebelum normalisasi dikerjakan, seluruh pemilik waring wajib melakukan pembongkaran secara mandiri.
Normalisasi Sungai Affour akan mengembalikan lebar sungai ke ukuran awal, yaitu sekitar 60 meter. Dengan demikian, pekerjaan lapangan dapat berjalan tanpa hambatan teknis.
Pemerintah juga menegaskan bahwa apabila para petani ingin memasang waring kembali setelah normalisasi selesai, maka hal tersebut harus melalui koordinasi dengan Dinas Pengairan serta mendapatkan persetujuan Pemerintah Desa Mayangan agar tidak kembali mengganggu aliran irigasi.
Mendukung Swasembada Pangan
Melalui Program Oplah ini, pemerintah berharap lahan pertanian di Mayangan dan Kepanjen dapat kembali produktif. Dengan normalisasi sungai, intensitas tanam diharapkan meningkat hingga tiga kali dalam setahun sehingga secara tidak langsung mendongkrak ketahanan dan swasembada pangan di tingkat desa.
Sosialisasi ini juga menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh elemen masyarakat memahami kewajiban serta perannya dalam mendukung kelancaran program pemerintah tersebut.**Red
