Santri dan Polri Bersinergi Tanam Jagung, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Pesantren

Kabar Nusantara
3 Min Read

JEMBER,KabarNusantara.Net – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan. Kali ini, langkah nyata datang dari jajaran Polres Jember melalui penanaman jagung serentak di lahan-lahan milik pondok pesantren yang tersebar di wilayah Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (6/8/2025) sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan visi “Asta Cita” Presiden Prabowo Subianto.

Bersinergi dengan para santri, aparat kepolisian turut serta dalam kegiatan tanam jagung di lingkungan pondok pesantren. Inisiatif ini merupakan bagian dari program berbasis kearifan lokal yang diinisiasi oleh Polda Jawa Timur, dengan tujuan memanfaatkan potensi lahan yang belum tergarap di pesantren untuk budidaya tanaman pangan, khususnya jagung.

“Langkah ini bukan hanya soal pertanian, tetapi juga penguatan kolaborasi antara Polri dan masyarakat pesantren dalam menciptakan ketahanan pangan dari akar rumput,” ujar perwakilan dari Polres Jember saat kegiatan berlangsung.

Di wilayah Jember, setidaknya ada 12 hektare lahan di empat kecamatan yang telah diidentifikasi sebagai lokasi potensial. Delapan hektare di antaranya, khususnya di Kecamatan Sumbersari, telah lebih dulu dikelola dan mulai ditanami.

Tidak hanya fokus pada sisi produksi, Polri juga mengambil peran strategis dalam memberikan pembinaan dan pengawasan kepada pengelola pertanian di lingkungan pesantren. Contohnya, di Ponpes Nuris, program ini dikawal dari awal tanam, distribusi pupuk, hingga pemasaran hasil panen ke Bulog, memastikan proses berjalan sesuai regulasi dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat.

“Polri hadir sebagai penggerak dan pendamping. Teknis di lapangan tetap dilakukan oleh mitra kerja pesantren. Ini bentuk pendekatan inklusif dalam program pangan nasional,” jelas pihak Polres.

Kepala Sekolah SMP Nuris, Gus Rahmatullah, menyatakan apresiasi atas sinergi yang terbangun. Ia menilai program ini memberi dampak ganda: memperkuat sektor pangan dan menumbuhkan kedekatan santri dengan Polri.

“Anak-anak sangat senang dengan kehadiran polisi. Ada kebanggaan dan semangat baru. Banyak santri kami yang bercita-cita menjadi anggota Polri,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan ini terus berkembang dan membawa hasil panen yang melimpah, sekaligus mempererat silaturahmi antara pondok pesantren dan aparat keamanan.

Dengan inisiatif ini, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat produksi pangan berbasis komunitas yang berdaya saing tinggi.**Red

Share This Article
Leave a comment