UNMUH Jember Kirim Mahasiswa KKN ke Gumukmas, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

Kabar Nusantara
3 Min Read

Jember, KabarNusantara.Net – Sebanyak 168 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (UNMU Jember) resmi diterjunkan ke tengah masyarakat dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang II Tahun 2025. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, menyebar di sejumlah desa di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.

Prosesi pemberangkatan dan serah terima mahasiswa dilaksanakan secara simbolis di Aula Kantor Kecamatan Gumukmas pada Selasa (5/8/2025). Acara ini dihadiri oleh jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNMU Jember, dosen pembimbing lapangan (DPL), Camat Gumukmas, para kepala desa, serta perangkat desa dari lokasi yang menjadi sasaran KKN.

Dalam sambutannya, perwakilan LPPM UNMU Jember menekankan pentingnya KKN sebagai salah satu bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga diharapkan mampu membangun komunikasi sosial yang baik, mengidentifikasi permasalahan desa, dan bersama warga merancang solusi yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sekretaris Camat Gumukmas, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran para mahasiswa. Ia berharap kolaborasi antara kampus dan desa ini bisa menghasilkan terobosan-terobosan baru yang mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. “Kami terbuka dengan segala bentuk inovasi dari mahasiswa, terutama yang bisa memperkuat perekonomian desa, digitalisasi UMKM, dan sektor pertanian yang ramah lingkungan,” ucapnya.

Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Berbasis Potensi Lokal dan Digitalisasi”, KKN tahun ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat di era transformasi digital. Mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi akan menjalankan program kerja di berbagai bidang strategis, antara lain:

Pendidikan dan Literasi Digital, terutama bagi pelajar dan pelaku UMKM desa;

Pengembangan Usaha Mikro dan Kewirausahaan, melalui pelatihan pemasaran digital dan manajemen keuangan sederhana;

  • Pertanian Berkelanjutan, termasuk kampanye penggunaan pupuk organik dan pemanfaatan lahan pekarangan;
  • Penguatan Administrasi Pemerintah Desa, termasuk pendampingan digitalisasi layanan publik dan tata kelola data desa;
  • Kesehatan Lingkungan, seperti program sanitasi, pengelolaan sampah, dan kampanye hidup bersih dan sehat.

Mahasiswa akan tinggal dan berbaur langsung dengan masyarakat selama kurang lebih 40 hari. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing ditempatkan di desa berbeda, sesuai dengan pemetaan kebutuhan dan potensi desa yang telah dikaji sebelumnya oleh LPPM UNMU Jember.

Kepala Desa Kepanjen, Sukamid, salah satu lokasi KKN, menyambut baik kedatangan mahasiswa di desanya. “Kami percaya kehadiran adik-adik mahasiswa bisa memberikan warna dan semangat baru di desa kami. Kami siap mendukung penuh program-program yang dibawa, apalagi kalau bisa membantu UMKM kami masuk ke pasar digital,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga berdampak langsung terhadap kemajuan desa. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis potensi lokal, sinergi antara akademisi dan masyarakat desa diyakini mampu menciptakan model pemberdayaan yang relevan dan berkelanjutan. **Red

Share This Article
Leave a comment